JPFA dengan MA50

Harga Saham naik tinggi, kapan masuk lagi?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Gundah rasanya saat menatap grafik saham yang sudah terlanjur naik namun kita belum berhasil masuk saat harga sahamnya masih murah. Saham favorit tersebut sudah terlanjur breakout dari posisi resting lalu membentuk uptrend dengan posisi higher high dan higher low secara simultan. Dikejar takut beresiko nyantol di pucuk, dibiarkan malah naik tidak karuan….

Pertanyaannya : Jadi kapan kita ikutan masuk lagi? Kapan merupakan timing yang tepat untuk masuk dalam gelombang berikutnya?

Salah satunya, kita bisa menunggu pembentukan fase resting berikutnya lalu masuk saat terjadi breakout dari range resting ini. Atau yang paling umum dilakukan adalah masuk saat terjadi pullback ke area MA50 dari posisi trendnya.

Sebuah saham yang sedang resting dan agak flat setelah sebuah kenaikan signifikan menggambarkan sebuah setup kekuatan berimbang dari supply – demand, pasti ada tekanan jual yang relatif kuat karena naiknya harga saham yang cukup banyak, namun karena tetap tingginya daya tampung dari pelaku pasar, harga saham ini tertahan untuk turun, ini menandakan otoritas demand yang baik; breakout dari resting area ini bisa menjadi entry point yang bagus dalam mengikuti trend continuation.

“Harga saham yang naik pada akhirnya akan turun mengikuti hukum alam / gravitasinya”. Inilah kesempatan baik untuk seorang trader yang smart, dengan style buy on weakness. Moving Average 50 hari (MA50) merupakan salah satu kunci penting dalam membaca otoritas dalam interaksi antara supply & demand, bila harga saham terkoreksi hingga batas MA50 ini dan rebound serta ditutup diatasnya, menandakan inilah waktunya banyak kekuatan pasar yang mulai masuk lagi di area tersebut.

Sebaliknya bila harga saham ditutup dibawah MA50 menandakan para pemain cenderung tidak mengantisipasi harga saham di level ini dan lebih memilih melakukan tekanan jual dibandingkan pembelian. Intinya MA50 ini sering merupakan acuan yang baik untuk entry point harga saham yang baik, ataupun juga bisa menjadi batas exit point untuk mereka yang sudah masuk di harga saham ini jauh dibawah.

Volume transaksi bisa dijadikan sebagai salah satu acuan terkait MA50, bila terjadi sebuah volume spike saat harga saham ini rebound ataupun terkoreksi di area ini, bisa dipandang sebagai otoritas penting para pelaku pasar, antara melakukan akumulasi atau distribusi, dari sini umumnya akan menentukan arah pergerakan harga saham selanjutnya.

Dalam beberapa case saham yang bergerak menembus sedikit di bawah area MA-nya, bisa juga akan membentuk basing area, mengumpulkan tenaga untuk pergerakan selanjutnya. Bila harga saham ini breakout lagi ke atasnya, akan bisa melanjutkan trend yang sudah established, sebaliknya bila tembus ke bawah bisa lanjut turun mencari level support berikutnya dibawah, kadang menuju area MA200 di bawahnya.

Dengan trading system apapun yang kita gunakan, bersikaplah bijak dan selalu respek kepada posisi harga saham di area uptrend resting atau MA50 ini karena merupakan indikator yang banyak dijadikan acuan para pemain jangka menengah dan juga pemain besar lainnya. Di satu sisi, kami di Trading APA selalu mengajak para trader untuk tidak melihat atau berat ke (nilai) harga sahamnya namun selalu berpatok entry & exit di level yang benar; harga saham itu selalu relatif, tidak ada kata murah atau mahal.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments

Ingin menjadi Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!
Jadwal Seminar Saham:
Surabaya , jadwal menyusul