Rencana Trading saham

Ingin Investasi Saham Anda Sukses? Perhatikan 4 Unsur Rencana Trading ini!

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Ketika anda memutuskan untuk membeli sebuah saham, anda pasti berfikir saham apa yang cocok untuk anda beli. Ketika anda sudah mengerti saham apa yang hendak anda beli, maka sudah waktunya anda untuk membeli saham tersebut; namun mesti kita pahami, investasi saham tidak selesai setelah kita melakukan pembelian, kita juga perlu mengerti kapan kita harus menjualnya. Banyak yang gagal dalam investasi ini karena tidak memiliki skill yang baik terutama dalam rencana trading (trading plan).

Oleh karena itu, sangat penting  melakukan Rencana Trading sebelum anda melakukan transaksi pembelian saham. Melakukan Rencana Trading terlebih dahulu untuk memastikan resikonya, rasio seperti : berapa keuntungan yang di target dan juga prinsip memahami faktor resiko yang dipersiapkan sebelumnya.

Ada 4 Unsur yang terdapat pada Rencana Trading yang wajib anda tahu, yaitu sebagai berikut!

  1. Entry Price ( Harga beli)

Harga beli perlu anda ketahui untuk memastikan kriteria yang cocok untuk anda pilih.

Contoh beberapa kriteria untuk harga beli tergantung karakter tradernya :

 

  • New 52 Weeks High

Posisi harga tertinggi untuk saham tersebut sepanjang setahun terakhir

  • Stocks Hitting New High

Harga yang menembus posisi tertinggi dibanding harga sebelumnya. Ini bisa dalam time frame menengah ataupun panjang (lebih dari 1 tahun)

  • Downtrend Line Breakout

Artinya yaitu saham yang sedang Dowtrend atau sedang menurun, namun tiba-tiba naik menembus Resistance, mematahkan garis downtrend-nya

  • Pullback

Kondisi saham yang terkoreksi sementara dalam posisi uptrending

  • Gap

Posisi harga saham yang tiba-tiba melompat naik dari harga penutupan sebelumnya, namun belum dalam kondisi closing price atau penutupan harga.

  1. Support

Support merupakan sebuah harga yang mengacu kepada posisi terendah sebelumnya dimana banyak berkumpul trader yang berusaha masuk di harga ini yang dianggap harga entry baik. Ada probabilitas cukup tinggi harga sering memantul dari posisi support ini, namun bila harga turun menjebol posisi support ini, harga akan cenderung bisa turun lebih jauh ke bawah lagi

  1. Stop Loss (Harga Wajib Jual)

Stoploss merupakan sebuah setup untuk menjual sebuah saham, di mana dirasakan bila menembus level harga stoploss ini trader wajib menjual sahamnya ; hal ini bisa dikarenakan acuan maksimal resiko kerugian yang pre calculated, atau posisi trader yang ingin mengunci keuntungan yang sudah diperoleh. Stoploss merupakan kunci utama dalam survival di dalam bisnis investasi saham, di satu sisi untuk membatasi kerugian dan menjaga modal, sisi lain berguna untuk mengunci keuntungan di dalam portofolio tradernya

  1. Resisten

Resisten bersifat kebalikan dari support, yang mana resisten ini merupakan titik / level harga dimana banyak trader berusaha mengamankan posisi mereka, umumnya untuk profit taking (mengamankan profit misalkan setelah membeli di posisi support). Level harga resisten ini mengacu kepada harga tertinggi sebelumnya, dimana para trader bersiap-siap menjual dan menimbulkan tekanan jual di area ini. Bila harga menembus level resistensi ini, maka harga cenderung akan naik lebih jauh lagi karena terlihat perilaku pasar yang dalam posisi berani membeli dengan harga tinggi.

Beberapa poin inilah yang terpenting di dalam sebuah Rencana Trading terutama berkaitan dengan harga. Harga saham tidak akan pernah naik selamanya, dan market juga tidak pernah akan mengikuti arah keinginan kita, sebaliknya mencermatilah pergerakan harga di bursa saham, lalu lakukan keputusan yang terbaik berdasarkan price action dan risk management yang terukur.

Hindari trading menggunakan harapan, emosi ataupun keyakinan yang tidak berdasar, yang pada akhirnya akan mengarah kepada kekecewaan dan kerugian dalam portofolio kita. Ketahui alasan sebuah entry saham, kenapa membeli saham ini, lalu belinya di harga berapa, exit dengan posisi stoploss (cutloss) serta target di posisi berapa. Rencana Trading ini direncanakan sebelum membeli, sayangnya banyak sekali yang terbalik menjalankan ini.

Selain jangan pernah membagikan rencana perdagangan anda, maka anda harus belajar mengontrol emosi. Ketika anda memegang sebuah saham , maka anda harus benar-benar harus mempertimbangkan dengan matang dalam menjual atau menunggu posisi saham ini. Anda harus menjual saham anda ketika harga yang anda targetkan sudah tercapai, namun saat investasi anda tidak mencapai target maka posisi stop loss sudah harus siap terpasang untuk menghindari malapetaka finansiil.

Jadi, penting sekali anda melakukan Rencana Trading sebelum membeli saham ya sobat?

Ikuti dan lakukan riset trading Anda serta timing menggunakan analisa teknikal, sehingga trading tidak lagi menggunakan tebakan-tebakan yang mengarah ke spekulasi. Ikuti feed kami di http://bit.ly/asktradingAPA

 

Salam,

TradingAPA

Coach Aswin

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments

Ingin menjadi
Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!
Jadwal Seminar Saham:
Jakarta, Seminar Saham - Jadwal Menyusul
Surabaya, Seminar Saham -  Sabtu, 23 Maret 2019, jam 13.30-15.30
Jadwal Workshop:
Jakarta, Workshop Saham - Jadwal Menyusul
Jadwal Sekolah Pasar Modal:
Ingin menjadi
Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!