Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan dalam bisnis trading saham

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Manajemen keuangan trading saham sangat terkait dengan manajemen resiko, sebuah konsep dalam menangani resiko dalam trading saham. Kita sering mendengar bagaimana seorang trader atau investor saham mengalami kehancuran dalam portfolio sahamnya karena ‘mis-management’ keuangan atau sering juga terjadi di satu saat seorang trader yang mendapat keuntungan, pada akhirnya balik mengalami kerugian karena lemahnya sistem pertahanan dari manajemen keuangan ini. Trading sama seperti saat kita menjalani bisnis, bagaimana mengambil keputusan dan selalu alert dalam menjaga usaha kita dari resiko yang potensial.

Dalam manajemen keuangan, seorang trader layaknya membagi portfolionya ke dalam beberapa porsi saham dengan tujuan diversifikasi dan menjaga-jaga kalau ternyata kondisi pasar tidak seusai perspektif tradernya; contohkan porfolio dibagi 5, dan ternyata 2 dari 5 saham tersebut salah arah, paling tidak kita meng-offset kerugian 2 saham tersebut dari keuntungan 3 saham lainnya atau simple-nya, paling tidak masih ada yang bisa bertahan dan tidak seluruh portfolionya mengalami penurunan.

Mari kita melihat dari sisi IHSG sendiri yang memiliki lebih dari 600 emiten; dari sekian banyak emiten, sebutlah sekitar 60 yang cukup likuid dan teraktif diperdagangkan dan kita masukkan ke dalam sebuah watchlist saham. Dari 600 emiten, kita hanya memilih sekitar 5-6 (maks 10 saham), tentunya di sini akan terfilter saham yang terbaik dan memiliki probabilitas tinggi untuk menghasilkan keuntungan yang dilihat dari perspektif Fundamental maupun Teknikal Analisis.

Dari pilihan saham yang sudah tersaring ini, apakah ada jaminan pergerakan harga saham akan mengikuti maunya si trader? Tentunya tidak, selalu masih akan ada resiko kerugian dan saham bisa bergerak melawan harapan / bacaan kita. Dengan realita pasar modal yang sangat dinamis ini, sangatlah penting agar seorang trader memliki sebuah rencana trading dan manajemen resiko, bagaimana membatasi kerugian apabila salah dalam membaca arah pasar ; Untuk ini, di setiap rencana trading saat menentukan entry sebuah saham, kita wajib memiliki patokan Stoploss, sebuah angka menjual dalam posisi rugi saat saham melawan arah bacaan kita.

Stoploss / Cutloss ini beragam, biasanya range di antara 3%, 5% ataupun 10% dari harga beli, seusai dengan kenyamanan masing-masing trader. Terpenting adalah jangan pernah memasang setup trading stoploss yang jauh dari toleransi kenyamanan dari trader itu sendiri.

Jadi sejauh ini asumsi kita memiliki diversifikasi portfolio 5 counter saham dan setiap counter dibatasi kerugian sebesar 5%. Dari sini kalkulasi sederhana akan memberikan kita paparan resiko sebesar 1% dari modal keseluruhan (20% portfolio X @5% risk). Dengan konsep money management sederhana ini, maka portfolio ini akan relatif aman karena resiko akan terbatas dan potensi kehancuran portfolio akan minimal. Jenis money management sangat beragam dan mengikuti profile tradernya.

Risk profile setiap trader tentunya berbeda ; setup risk yang agak mepet sering akan terkena stoploss namun dengan resiko yang relatif kecil ; sebaliknya setup risk yang agak besar akan lebih jarang terkena stoploss namun bila ternyata sampai ke-trigger, setiap kerugian nilainya relatif agak besar; ini kembali ke trader masing-masing soal kenyamanan. Besaran resiko inilah yang idealnya menentukan besarnya porsi entry saham, ini disebut trade sizing. Makin besar posisi entry, maka makin besar pula angka cutloss yang disiapkan, walau untuk persentasenya sama.

Contohkan cutloss Rp.5jt mungkin secara relatif masih acceptable buat beberapa trader dengan modal besar namun mungkin terasa sangat besar buat trader lain. Setiap setup tentunya juga berbeda dengan karakter tradernya, bisa agresif atau konservatif. 

Trader agresif tidak bisa mengharapkan cutloss yang konservatif / minimal, semua disesuaikan dengan risk profile dan trade sizenya

Ketidak-nyamanan dalam besaran angka cutloss, beresiko secara psikologis merubah mindset trader yang sering pada akhirnya akan mencoba pain avoidance (rasa sakit karena kerugian) contohkan dengan menghindari cutloss dengan cara-cara yang destruktif, seperti melakukan averaging down pada saham yang salah arah atau menahan kerugian berharap sahamnya berbalik arah dan pada akhirnya menambah momentum kehancuran portfolio.

Psikologi dan money management ini sangat erat terkait satu sama lain, untuk itulah seorang trader wajib memberikan fokus pada dua hal ini, hal yang sering menentukan survival dari seorang trader atau investor dan malah hal ini lah yang sering terlupakan karena sering dianggap tidak penting. Kendala yang ditemukan terutama trader beginner, adalah banyaknya ‘stock whisperers’, para pemberi ide trading yang tidak kompeten ataupun narasumber yang tidak jelas dan menyesatkan seperti isu, rumor, info teman atau lainnya dan ini belum termasuk skema ‘get rich quick’ (kaya cepat dari saham) lainnya.

Umumnya di bursa saham, banyak yang belajar dengan cara trial & error, cara yang menurut kami cukup brutal dan menyakitkan, inilah salah satu alasan banyak yang gagal dalam bisnis trading saham ini. Proses belajar trading saham ini juga disebut sebagai learning curve. Perlu waktu untuk mengasah seorang trader hingga bisa menjadi konsisten dan disiplin. Cara lain untuk memotong pendek learning curve dalam bisnis trading saham, adalah mengikuti strategi atau sistem trading yang sudah teruji, dan tentunya peran seorang mentor sangat penting karena sering bisa menjadi reminder, konsultan dari pengalaman serta jam terbang yang sudah tinggi.

Money management ini masih satu dari sekian banyak set skill yang bisa dipelajari seorang trader, masih banyak yang bisa dipelajari dan tidak semua disiplin ini bisa diperoleh dari textbook; banyak yang diramu dari pengalaman real time dan seperti kita tahu, pengalaman itu tidak ternilai.

Semoga bisa membantu para trader, sampai ketemu di next sharing

Salam sukses

Trading APA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments

Ingin menjadi
Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!
Jadwal Seminar Saham:
Jakarta, Seminar Saham - Sabtu, 21 Juli 2018, sesi 1 jam 10.00-12.00 atau sesi 2 jam 13.30-15.30
Surabaya, Seminar Saham - Jadwal Menyusul
Jadwal Workshop:
Jakarta, Workshop Saham - Jadwal Menyusul
Jadwal Sekolah Pasar Modal:
Jadwal menyusul
Ingin menjadi
Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!