Harga saham AISA

Saham AISA, sebuah ironi dalam investasi saham

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Harga saham PT. TIGA PILAR SEJAHTERA dengan kode ticker saham AISA yang melorot dari posisi tingginya di Rp.2.470,- sejak April 2017 hingga kini bertengger di penutupan terakhir di harga Rp.168 dalam posisi suspensi, sebuah penurunan fantastis 97% yang sangat merugikan para investornya. Apa gerangan yang terjadi dan bagaimanakah nasib para inverstor saham-nya?

Sempat mengikuti berita berita terkait saham AISA, mengenai kisruh dari pihak internalnya saat RUPS, lalu ada juga berita mengenai bagaimana ternyata penjualan perusahaan memang telah molorot tajam sejak kuartal pertengahan 2017. Mengapa berita-berita mengenai mis-management, atau mengenai penurunan kinerja selalu muncul di saat yang begitu genting dan begitu terlambat? Tentunya dari pihak perusahaan tidak mungkin mengeluarkan berita-berita yang bisa menimbulkan kepanikan para investornya.

Lalu, apakah yang bisa dilakukan oleh para investor ini untuk lebih bisa mengantispasi penurunan ini jauh sebelum saham AISA ini turun hingga demikian dalamnya? Disinilah letak perbedaan investor dengan trader. Investor mesti jeli dalam pemilihan investasi sahamnya agar tidak terjadi hal semacam ini. Trader jelas lebih fleksibel dan bisa melakukan manuver entry exit dengan gesit. Trader sendiri juga bermacam-macam time frame nya, dari short term trader hingga trend trader jangka agak panjang, namun berbeda dengan strategi Buy & Hold.

Dari contoh grafik saham TradingAPA, terlihat memang pergerakan harga saham AISA sudah masuk teritori negatif / bearish sejak bulan Mei 2017, dan pastinya para trader di komunitas tradingAPA telah mengambil posisi exit dari saham AISA ini dan bila diperhatikan dari grafik saham tradingAPA ini, pergerakan mulai mencoba melakukan perlawanan rebound dari Januari hingga pertengahan April 2018, namun ridak terlihat sebuah reversal yang kuat, lebih ke arah sideways yang masuk dalam kategori technical rebound dalam trading saham, yang akhirnya masuk lagi ke bearish hingga sekarang.

Smart trader pastinya akan menghindari posisi downtrend karena tidak ingin ada dalam posisi berlawanan dengan sentimen pasar. Banyak trader yang bermain saham AISA yang akhirnya tersangkut menjadi ‘investor terpaksa’ karena harganya sudah turun ‘terlalu jauh’ untuk mendapatkan kenyataan kalau saham ini tambah turun lagi ; inilah kenapa kami sebut Buy & Hold bukanlah sebuah strategi. Untuk time frame panjang, bisa diterapkan strategi trend trading, exit pada saat trendnya berakhir dan hindari re-entry kecuali kita mengetahui adanya indikasi reversal saham tersebut.

Dalam situasi yang kurang baik ini, marilah kita menjadikan case saham AISA ini sebuah pelajaran berharga, agar tidak mengalami hal yang sama di kemudian hari. Belajar dengan cara ini akan sangat mahal dan menyakitkan. Mengerti membaca analisa teknikal grafik saham, tentunya akan sangat membantu memberikan outlook agar terhindar dari perangkap-perangkap berbahaya dalam investasi saham. Berita-berita sering banyak yang terlambat, namun tidak demikian dengan analisa teknikal yang bersifat lebih responsif karena mewakili cara pandang / sentimen pelaku pasar.

Ikuti dan lakukan riset trading Anda serta timing menggunakan analisa teknikal, sehingga trading tidak lagi menggunakan tebakan-tebakan yang mengarah ke spekulasi. Ikuti feed kami di www.tradingapa.com, atau hubungi kami di http://bit.ly/asktradingAPA

Salam,

TradingAPA
Coach Aswin

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments

Ingin menjadi
Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!
Jadwal Seminar Saham:
Jakarta, Seminar Saham - Jadwal Menyusul
Surabaya, Seminar Saham - Jadwal Menyusul
Jadwal Workshop:
Jakarta, Workshop Saham - Jadwal Menyusul
Jadwal Sekolah Pasar Modal:
Jadwal menyusul
Ingin menjadi
Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!