Porto

Trading Besar dengan Loss kecil

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kunci terpenting dari sebuah pertumbuhan portfolio bukanlah pemilihan saham yang tepat, mengikuti trend, prediksi ataupun metode trading tertentu : ini merupakan faktor sekunder. Faktor utama yang menentukan apakah kita masih akan ada dalam jalur bisnis ini setahun atau dua tahun ke depan, atau mungkin pensiun dini dari bisnis trading ini semuanya tergantung kepada disiplin dari manajemen resiko yang kita jalankan, yang memang menurut sebagian besar merupakan topik yang relatif membosankan, namun ingatlah kalau ini merupakan kunci segalanya.

Para trader terbaik dunia menghasilkan begitu besar dan konsisten, bukanlah karena mereka benar di setiap tebakan dalam trading mereka atau menang secara mayoritas dalam perjalanan trading mereka; percayalah mereka juga mengalami apa yang semua trader alami : drawdown atau kekalahan berturut dikarenakan kondisi pasar yang tidak kondusif atau perubahan / dinamika pasar yang terus berkembang, metode trading haruslah fleksibel agar bisa terus bertumbuh.

Ketahui bagaimana mereka tetap bisa mempertahankan record produktif dalam rapor bisnis mereka. Saat posisi mereka benar, mereka selalu mengikuti dan mempertahankan posisi ini hingga sebesar-sebesarnya dengan sinyal mengikuti sistem trading mereka yang sudah teruji, dengan target profit ataupun traling stop yang feasible; lalu yang paling penting berikutnya adalah mengetahui dan disiplin mengakui bila terjadi kesalahan dalam posisi mereka lalu segera melakukan cutloss agar posisi loss tidak berlarut dan bertambah parah.

Sebuah kemenangan tidaklah akan berarti bila diperoleh dari sebuah usaha di luar metode trading dengan trading rule yang sudah diperjanjikan antara trader dengan usaha tradingnya. Kita menghasilkan $1.000 hari ini, pertanyaannya adalah apakah yang kita hasilkan bulan ini? Tahun ini? 5 tahun terakhir? Bagaimana resiko kehancuran yang kita hadapi? Apakah masih bisa bertahan bila menghadapi 10 kali loss berturut berikutnya, bila kita menyiapkan resiko 10% di setiap cutlossnya?

Mari kita buatkan sebuah asumsi trading, dengan perhitungan cutloss 1% dari modal untuk setiap trade. Dengan modal $10.000, anggaplah trade kita seperti ini :

Saham A : Loss $100 , Saham B : Loss $100 , Saham C : Loss $100 , Saham D : Profit $500 dan Saham E : Profit 600. Dalam posisi demikian portofolio kita masih bertumbuh positif senilai $800.

Dalam praktek para trader yang “TIDAK” suka menggukaan stoploss namun sering melakukan profit taking secara impulsif, hasilnya akan bisa seperti ini : Saham A : Loss $500 , Saham B : Loss $600 , Saham C : Loss $300 , Saham D : Profit $400 dan Saham E : Profit 300. Dalam posisi demikian, posisi trading akan mengalami down sebesar $700.

Dari asumsi di atas kita melihat bila kita melakukan setup sebuah stoploss yang terukur, dalam posisi win rate yang kecil pun, portofolio tetap akan bertumbuh, dan hal sebaliknya berlaku. Umumnya malah yang banyak dilakukan para trader amatir adalah menambah di posisi yang sedang down berharap balik modal dengan memberikan resiko tambahan di counter yang “salah” : hindari praktek demikian karena hanya dengan satu posisi ini saja akan menghancurkan “ekosistem” dari probabilitas yang baik untuk pertumbuhan. Ya, memang dalam 1-2 posisi salah ini bisa berbalik namun percaya kalau ‘hal salah’ ini akan kita lakukan selanjutnya karena menganggap hal ini sebagai solusi /jalan keluar.

Saat kita mulai berhenti melakukan prediksi benar atau salah, di saat kita mulai percaya dan membiarkan stoploss dan trailing stoploss kita bekerja, maka kita akan mulai menerima kemenangan dalam trading. Sebaliknya saat kita menganggap kita lebih hebat dari keseluruhan pelaku pasar, kita sudah kalah dalam bisnis ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments

Ingin menjadi Trader Profesional?
Ikuti Workshop Alpha Trading Group Sekarang!
Jadwal Seminar Saham:
Surabaya , jadwal menyusul